Berburu Kewajiban Demi Secuil Hak

Posted by rike on 0

Biarkanlah si bodoh belajar agar pintar | biarkanlah si miskin berupaya agar kaya | biarkanlah perbedaan menemukan persamaannya |


Bukan hal aneh jika seseorang harus berburu kewajiban demi secuil hak, karena pada kenyataannya memang terjadi pemenuhan kewajiban yang tak sepadan dengan hak yang belakangan diterimakan.Lebih dari  90%  angka dalam praktek kehidupan yang tak berkesinambungan diberdayakan manusia dengan keterpaksaan.Sehingga terjadilah dua kelompok manusia yang masing-masing memegang kendali keteguhan kewajiban tanpa berharap banyak pada pemberian hak (karena sudah menjadi kesepakatan dalam keterpaksaan, misal kesepakatan pekerja dan pemberi kerja).

Mungkin tentang berburu kewajiban demi secuil hak akan lebih jelas bila disampaikan dengan kalimat-kalimat bodoh  saya berikut ini :

1.      Kewajiban  adalah kakak dari Hak, karena lebih muda mestinya hak harus mendahulukan yang lebih tua dalam bidang hal apapun juga.

2.      Kewajiban lebih tua dari Hak, oleh karena itu maka yang lebih muda sudah sepantas selayaknya menang diurutan kedua.

3.      Bila merangkak,berjalan, dan berlari jangan harap hak menyentuh pita finish lebih dahulu.

4.      Untuk apapun dan kondisi bagaimanapun tak pernah seiring beriring kalau memang tak dipaksa berdamping.

Hati nurani, jiwa, perasaan bila mau ditata dan diarahkan pada satu jalan terjal seiring, jalan halus bergandeng, mungkin berburu kewajiban demi secuil hak akan menemukan keseimbangan.Maka berikanlah hak kepada manusia (sesama hidup) dengan ketulusan dan keikhlasan, agar kewajiban juga diberikan dengan kesungguhan.

Sekedar curah hati tentang jiwa yang tak mampu berkomunikasi,..................

.

About the Author

Write admin description here..

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

0 comments:

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top