What's New Here?

Showing posts with label Berita terbaru PT Fatriyal Member Faisol Muslim. Show all posts
Showing posts with label Berita terbaru PT Fatriyal Member Faisol Muslim. Show all posts

Mengendus Keberadaan Faisol Muslim (BOS FM)

fatriyal member Faisol muslim
Benarkah Sembunyi atau Sengaja Disembunyikan ? 

Runtuh sudah kerajaan bisnis berkedok investasi valuta asing yang dikelola Faisol Muslim, SE, MM dibawah bendera Fattriyal Member selama enam tahun terakhir disusul lenyapnya Faisol bersama dana 6.100 nasabah senilai lebih dari Rp1,3 triliyun.
Ya, raibnya sosok yang dikenal jenius, religius dan dermawan ini tak ayal memunculkan ragam spekulasi karena tak dipungkiri dari ribuan nasabahnya yang tersebar di sejumlah kota dengan ragam profesi mulai karyawan bank, advokat termasuk petinggi kepolisian.
Pradugapun mencuat, ada yang menduga Faisol dan keluarga kini ada di salah satu apartemen mewah di Jakarta, namun ada juga yang berpendapat sedikit ekstrem, Faisol sengaja disembunyikan atas konspirasi pihak tertentu yang menangguk keuntungan pribadi. 

AKSI penjarahan yang berlangsung selama beberapa hari terhadap sejumlah properti dan barang berharga milik keluarga besar Faisol Muslim di Palembang merupakan wujud kekesalan ribuan nasabah FM. Mereka tak lagi percaya dengan janji manajemen FM untuk mengembalikan dana jutaan bahkan milyaran rupiah yang telah mereka investasikan dan mempercayakan pengelolaannya kepada Faisol.
Saking geramnya terhadap sosok Faisol seorang ibu-ibu paruh baya yang mondar-mandir di depan kantor FM di kompleks perumahan Parameswara Regency Jl Parameswara, Selasa (24/7) lalu berkoar jika nantinya bertemu Faisol dirinya akan membuat perhitungan.
�Oww, baru tau aku ternyata ini sosok Faisol, dio ni penipu awas be kalau dio muncul bakal saro dio. Aku tetep nak mintak balekke duet aku dek, pecaknyo alim ternyato jadi cak ini,� ungkap Mei, salah seorang nasabah FM sembari menenteng-nenteng foto Faisol yang dia temukan dari lantai dua kantor FM.
Mei merupakan satu dari ribuan nasabah FM yang menginvestasikan dana tak kurang dari Rp 1 milyar baru sejak tiga bulan yang lalu, itupun akibat diiming-imingi pihak FM yang kerap datang ke rumahnya.
Ya, hingga kini tak ada yang mengetahui perihal keberadaan Faisol yang sebelumnya oleh para nasabah dan anak buahnya sempat di dewa-dewakan karena dianggap telah mampu mensejahterakan taraf penghidupan mereka.
Lantas, dimana gerangan Faisol kini ? Menurut salah satu orang dekatnya, Faisol saat ini masih berada di salah satu tempat di Jakarta namun dikelilingi oleh orang-orang yang merasa punya kepentingan terhadap dirinya.
Sumber ini menyebut sekitar tiga minggu sebelum terjadinya aksi penjarahan secara sporadis terhadap seluruh aset Faisol di Palembang, salah seorang account executive (anak buah Faisol,red) sempat ditugasi untuk menemui Faisol di salah satu rumah di kawasan elit di Jakarta.
�Dari cerita anak buah itu disebutkan kalau saat ini Faisol itu dijaga oleh belasan bahkan puluhan pria berbadan tegap dengan aksen Indonesia Timur, dia saja dibilang oleh Faisol untuk apa menemui dirinya. Saat ini gerak-geriknya juga tengah dijaga dan diawasi oleh si penjaga yang cuma berjarak sekitar 10 meter dari dirinya,� ungkap sumber yang mengaku mengenal luar dalam pribadi dari Faisol Muslim sehingga dirinya tak yakin jika Faisol tega menipu ribuan nasabah FM tersebut.  
AE tersebut mengaku pada awalnya dirinya merasa terkejut dengan pemberlakuan pengetatan pengamanan terhadap Faisol yang juga saat ditemui seperti orang yang tengah ketakutan. �AE itu sempat bilang ke saya sosok Faisol berubah drastis ketika ditemui di rumah besar yang diistilahkannya kini sepertinya Faisol hidup di dalam sangkar emas tanpa bisa berbuat apapun,� beber sumber yang menolak disebut identitasnya tersebut.

Faisol Ngaku Uangnya Habis

Sementara, lain lagi pengakuan Husni Chandra,SH,M.Hum pengacara yang kebetulan bertetangga dengan Faisol di Parameswara Residence yang mengaku kali terakhir bertemu Faisol pada 9 Mei 2012 yang lalu. Saat itu, melalui ponselnya dirinya mendapatkan pesan BlackBerry Messenger (BBM) dari Faisol yang mengajaknya bertemu untuk membicarakan persoalan yang membelit perusahaan FM yang dipimpinnya.
�Sebelum bertemu dia (Faisol) di rumahnya di Kompleks Taman Garuda saya sempat tanya ke dia mau bicara soal apa, dia jawab mau konsultasi soal bisnis yang dia geluti, saat ketemu ada juga Zul (Komisaris PT FM, Red),� sebut Chandra. 
Waktu itu, dia ngajak ketemuan di rumahnya yang ada di Kompleks Taman Garuda aku tanyo nak ngomong soal apo, ruponyo soal bisnis dio (main valas). Saat itu selain kami berdua ada juga Zul (Komisaris PT FM) saya katakan dia harus tanggungjawab dan berterus terang terkait masalah yang tengah dihadapi karena kita bertetangga,� ungkap pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPC Peradi Palembang.
Saat itu, tambah Chandra dirinya meminta Faisol untuk secara jujur menjelaskan detil perihal kondisi keuangan dari PT FM, namun hanya dijawab saat itu dia mengalami loss (rugi) akibat tertipu oleh koleganya sesama pialang.
�Waktu ditanyakan darimana dia bakal dapat duit buat membayar dana nasabah FM dengan raut muka sedihnya dia bilang duitnya sudah tidak ada lagi, dia bilang waktu trading dia loss,� ungkap Chandra serius.
Penyebab dirinya sampai bisa mengalami loss ini menurut pengakuan Faisol karena ada koleganya sesama pialang yang menipu dirinya saat bermain forex, yang tinggal hanyalah asuransi sebesar Rp1 milyar yang tersimpan di salah satu bank pemerintah, tapi nahas asuransi itupun kini diblokir.
�Saat itu dia hanya mengaku dalam waktu dekat bakal ada temannya yang akan meminjamkan uang sebesar Rp400 milyar yang rencananya bakal dipergunakan untuk membayar dana nasabahnya,� ungkapnya.
Candra juga tak menampik dirinya turut pula menginvestasikan dananya di FM bukan karena tergiur keuntungan dari bagi hasil sebesar 6 persen per-bulan melainkan karena misi sosialnya yang dibuktikan langsung oleh Faisol. �Ada juga invest kesana, makanya saya minta supaya Faisol bertanggungjawab, jelaskan kepada nasabah kondisi sebenarnya,� tukasnya.
(kms)SUMBER

Mengendus Keberadaan Faisol Muslim (BOS FM)

Posted by rike No comments

fatriyal member Faisol muslim
Benarkah Sembunyi atau Sengaja Disembunyikan ? 

Runtuh sudah kerajaan bisnis berkedok investasi valuta asing yang dikelola Faisol Muslim, SE, MM dibawah bendera Fattriyal Member selama enam tahun terakhir disusul lenyapnya Faisol bersama dana 6.100 nasabah senilai lebih dari Rp1,3 triliyun.
Ya, raibnya sosok yang dikenal jenius, religius dan dermawan ini tak ayal memunculkan ragam spekulasi karena tak dipungkiri dari ribuan nasabahnya yang tersebar di sejumlah kota dengan ragam profesi mulai karyawan bank, advokat termasuk petinggi kepolisian.
Pradugapun mencuat, ada yang menduga Faisol dan keluarga kini ada di salah satu apartemen mewah di Jakarta, namun ada juga yang berpendapat sedikit ekstrem, Faisol sengaja disembunyikan atas konspirasi pihak tertentu yang menangguk keuntungan pribadi. 

AKSI penjarahan yang berlangsung selama beberapa hari terhadap sejumlah properti dan barang berharga milik keluarga besar Faisol Muslim di Palembang merupakan wujud kekesalan ribuan nasabah FM. Mereka tak lagi percaya dengan janji manajemen FM untuk mengembalikan dana jutaan bahkan milyaran rupiah yang telah mereka investasikan dan mempercayakan pengelolaannya kepada Faisol.
Saking geramnya terhadap sosok Faisol seorang ibu-ibu paruh baya yang mondar-mandir di depan kantor FM di kompleks perumahan Parameswara Regency Jl Parameswara, Selasa (24/7) lalu berkoar jika nantinya bertemu Faisol dirinya akan membuat perhitungan.
�Oww, baru tau aku ternyata ini sosok Faisol, dio ni penipu awas be kalau dio muncul bakal saro dio. Aku tetep nak mintak balekke duet aku dek, pecaknyo alim ternyato jadi cak ini,� ungkap Mei, salah seorang nasabah FM sembari menenteng-nenteng foto Faisol yang dia temukan dari lantai dua kantor FM.
Mei merupakan satu dari ribuan nasabah FM yang menginvestasikan dana tak kurang dari Rp 1 milyar baru sejak tiga bulan yang lalu, itupun akibat diiming-imingi pihak FM yang kerap datang ke rumahnya.
Ya, hingga kini tak ada yang mengetahui perihal keberadaan Faisol yang sebelumnya oleh para nasabah dan anak buahnya sempat di dewa-dewakan karena dianggap telah mampu mensejahterakan taraf penghidupan mereka.
Lantas, dimana gerangan Faisol kini ? Menurut salah satu orang dekatnya, Faisol saat ini masih berada di salah satu tempat di Jakarta namun dikelilingi oleh orang-orang yang merasa punya kepentingan terhadap dirinya.
Sumber ini menyebut sekitar tiga minggu sebelum terjadinya aksi penjarahan secara sporadis terhadap seluruh aset Faisol di Palembang, salah seorang account executive (anak buah Faisol,red) sempat ditugasi untuk menemui Faisol di salah satu rumah di kawasan elit di Jakarta.
�Dari cerita anak buah itu disebutkan kalau saat ini Faisol itu dijaga oleh belasan bahkan puluhan pria berbadan tegap dengan aksen Indonesia Timur, dia saja dibilang oleh Faisol untuk apa menemui dirinya. Saat ini gerak-geriknya juga tengah dijaga dan diawasi oleh si penjaga yang cuma berjarak sekitar 10 meter dari dirinya,� ungkap sumber yang mengaku mengenal luar dalam pribadi dari Faisol Muslim sehingga dirinya tak yakin jika Faisol tega menipu ribuan nasabah FM tersebut.  
AE tersebut mengaku pada awalnya dirinya merasa terkejut dengan pemberlakuan pengetatan pengamanan terhadap Faisol yang juga saat ditemui seperti orang yang tengah ketakutan. �AE itu sempat bilang ke saya sosok Faisol berubah drastis ketika ditemui di rumah besar yang diistilahkannya kini sepertinya Faisol hidup di dalam sangkar emas tanpa bisa berbuat apapun,� beber sumber yang menolak disebut identitasnya tersebut.

Faisol Ngaku Uangnya Habis

Sementara, lain lagi pengakuan Husni Chandra,SH,M.Hum pengacara yang kebetulan bertetangga dengan Faisol di Parameswara Residence yang mengaku kali terakhir bertemu Faisol pada 9 Mei 2012 yang lalu. Saat itu, melalui ponselnya dirinya mendapatkan pesan BlackBerry Messenger (BBM) dari Faisol yang mengajaknya bertemu untuk membicarakan persoalan yang membelit perusahaan FM yang dipimpinnya.
�Sebelum bertemu dia (Faisol) di rumahnya di Kompleks Taman Garuda saya sempat tanya ke dia mau bicara soal apa, dia jawab mau konsultasi soal bisnis yang dia geluti, saat ketemu ada juga Zul (Komisaris PT FM, Red),� sebut Chandra. 
Waktu itu, dia ngajak ketemuan di rumahnya yang ada di Kompleks Taman Garuda aku tanyo nak ngomong soal apo, ruponyo soal bisnis dio (main valas). Saat itu selain kami berdua ada juga Zul (Komisaris PT FM) saya katakan dia harus tanggungjawab dan berterus terang terkait masalah yang tengah dihadapi karena kita bertetangga,� ungkap pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPC Peradi Palembang.
Saat itu, tambah Chandra dirinya meminta Faisol untuk secara jujur menjelaskan detil perihal kondisi keuangan dari PT FM, namun hanya dijawab saat itu dia mengalami loss (rugi) akibat tertipu oleh koleganya sesama pialang.
�Waktu ditanyakan darimana dia bakal dapat duit buat membayar dana nasabah FM dengan raut muka sedihnya dia bilang duitnya sudah tidak ada lagi, dia bilang waktu trading dia loss,� ungkap Chandra serius.
Penyebab dirinya sampai bisa mengalami loss ini menurut pengakuan Faisol karena ada koleganya sesama pialang yang menipu dirinya saat bermain forex, yang tinggal hanyalah asuransi sebesar Rp1 milyar yang tersimpan di salah satu bank pemerintah, tapi nahas asuransi itupun kini diblokir.
�Saat itu dia hanya mengaku dalam waktu dekat bakal ada temannya yang akan meminjamkan uang sebesar Rp400 milyar yang rencananya bakal dipergunakan untuk membayar dana nasabahnya,� ungkapnya.
Candra juga tak menampik dirinya turut pula menginvestasikan dananya di FM bukan karena tergiur keuntungan dari bagi hasil sebesar 6 persen per-bulan melainkan karena misi sosialnya yang dibuktikan langsung oleh Faisol. �Ada juga invest kesana, makanya saya minta supaya Faisol bertanggungjawab, jelaskan kepada nasabah kondisi sebenarnya,� tukasnya.
(kms)SUMBER

FM Faisol Muslim sudah ditangkap di Jakarta


Puluhan Nasabah Perusahaan Investasi Lakukan Penjarahan





Metrotvnews.com, Palembang: Belum selesai kasus penipuan berkedok investasi Koperasi Langit Biru, kasus serupa kembali terjadi. Di Palembang, Sumatra Selatan, puluhan nasabah perusahaan menjarah barang-barang di dalam rumah dan kantor milik direktur perusahaan tersebut, hingga ludes tak tersisa.

Puluhan nasabah perusahaan investasi Fattriyal Member (FM) yang berada di komplek Parameswarza Regency di Jalan Parameswara Palembang hilang kesabaran.



Image fatriyal member Faisol muslim


Nasabah PT FM saat melaporkan Faisol ke Polda Sumsel, kemarin terkait dugaan penipuan yang dilakukannya.(foto kanan) Foto Direktur PT FM Faisol Muslim (kanan/berpeci) dalam sebuah kesempatan dan kartu tanda pengenal beberapa pegawainya yang diamankan nasabah. Faisol dilaporkan ke polisi karena diduga menggelapkan dana nasabahnya.
PALEMBANG� Direktur Utama PT Fatthriyal Member (FM) Faisol Muslim, 32, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel kemarin karena diduga melarikan dana Rp6 triliun yang dikumpulkan dari 7.000 nasabah. Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mengatakan baru menerima laporan sekitar 10 korban dugaan penipuan PT FM.�Saya baru dapat kabar sudah masuk laporannya tadi (kemarin).Yang jelas laporan para korban diproses dan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,� ungkap Djarod kemarin.


Ketika ditanya terkait isu terlapor Direktur Utama FM Faisol Muslim sudah ditangkap di Jakarta dan dititipkan di tahanan Rutan Salemba Jakarta, perwira melati dua ini mengaku belum mendapat laporannya.� Saya belum tahu itu,yang jelas kalau korban melapor ada,�ujarnya. Jamal, salah seorang korban penipuan PT FM,melaporkan sang direktur Faisol Muslim karena dirinya menjadi korban terkait kasus dugaan penipuan dana investasi.


�Kami minta polisi tegas dan adil memproses kasus ini.Info yang kami dapat korban bukan saja warga atau PNS golongan kecil seperti saya, tapi infonya para pejabat atau mantan pejabat di Polda Sumsel,lingkungan Pemkot Palembang, serta dari pejabat Jakarta dan daerah lain. Total investasi yang ditanamkan semuanya mencapai Rp 6 triliun,� katanya saat melapor ke SPKT Polda Sumsel kemarin.


Tujuan melaporkan Direktur PT FM ke Polda Sumsel, kata Jamal,agar terlapor segera ditangkap dan polisi mengamankan semua aset PT FM di Palembang, Cilacap, Jawa Tengah, serta Tangerang. �Kalau tidak cepat dilaporkan ke polisi bahaya,bisa kabur jauh dia (Faisol) dengan keluarganya serta aset-aset atau uang nasabah dipindahkan ke orang lain,� katanya.


Jamal mengaku sudah sekitar lima bulan menjadi nasabah PT FM yang kantornya berlokasi di Perumahan Parameswara Regency,Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang. �Saya ikut berinvestasi karena ajakan keluarga. Hingga akhirnya tergiur dan mengandaikan SK PNS ke bank dalam jangka waktu 15 tahun dengan potongan setiap bulannya Rp1 juta lebih.


Setelah dapat uang sekitar Rp175 juta, seluruh uang itu saya masukan investasi ke PT FM dengan perjanjian keuntungan dari investasi 6% dari Rp175 juta yang saya tanamkan dengan jangka kontrak 6 bulan,�ungkapnya. Tak kalah pusingnya dengan Jamal,Ahmad, 32,warga Kecamatan Sukarami, Palembang, pun mengaku kehilangan uang yang diinvestasikan sebesar Rp1,6 miliar, yang dikumpulkan dari keluarga dan teman-temannya.


�Saya sudah sekitar dua tahun berinvestasi di PT FM dalam bentuk uang. Kalau uang saya sendiri ada sekitar Rp100 juta. Sisanya uang keluarga di Palembang dan dusun serta teman-teman saya mulai dari Rp20 juta�RpRp500 juta untuk diinvestasikan ke PT FM melalui salah satu marketingnya,� ungkap Ahmad saat ditemui SINDO di lokasi Kantor PT FM kemarin. Alasan Ahmad mempercayakan PT FM untuk mengelola uang mereka, karena PT FM sudah berdiri sejak 2003 sampai sekarang.


Kemudian, banyak pejabat yang namanya tercantum sebagai pelindung PT FM. �Contoh komisaris utama PT FM mencantumkan nama mantan Wakapolda Sumsel Brigjen (Purn) Ahmad Ismail. Belum lagi siraman rohani yang selalu dilontarkan Direktur PT FM Faisol Muslim, yang setiap pertemuan dengan nasabah, baik di hotel bintang ataupun tempat lain, selalu memakai baju seperti kiai untuk meyakinkan para nasabah bahwa PT FM memiliki dana cadangan jika terjadi force majeure atau permasalahan,� paparnya.


Sejak dua tahun terakhir ini, Ahmad mengaku, dia dan keluarga serta teman-teman sudah pernah mendapatkan uang bagi hasil sesuai perjanjian kontrak awal sebesar 6%. �Ya hitung saja, kalau saya menginvestasikan uang sebesar Rp100 juta, jadi 6%-nya setiap bulan saya dapat Rp6 juta sampai enam bulan ke depan sesuai kontrak. Di mana, uang Rp100 juta saya tetap utuh kalau kontrak habis. Selain menawarkan investasi jangka 4�6 bulan, PT FM juga menawarkan investasi teknik kumulatif atau selama 10 bulan.


Hitungan bagi hasilnya bisa dua kali lipat. Jika kita tanam uang Rp100 juta, saat bulan ke-10,uang kita akan berlipat menjadi Rp200 juta,�ungkapnya. Namun, sejak April 2012, janji-janji yang sempat mereka nikmati tidak pernah terealisasi. �Sejak April, uang bagi hasil investasi tak pernah dibagikan. Sebenarnya kami telah mendapat kabar bahwa keuangan PT FM sedang guncang. Yang kita sayangkan,mengapa sejak April 2012,PT FM masih menerima uang setoran nasabah lama dan baru.


Kalau sudah tak sanggup lagi atau ada masalah bilang sama nasabah, jangan seperti ini,� tuturnya. Sementara itu, pantauan SINDO kemarin sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, ratusan korban nasabah PT FM silih berganti berdatangan ke kantor milik PT FM di Perumahan Parameswara Regency, Bukit Besar, Kecamatan IB I,Palembang.Raut kecewa terlihat di wajah mereka. Pasalnya, lima rumah yang salah satunya dijadikan Kantor PT FM tampak kosong.


Dari informasi yang dihimpun, diduga seluruh barang berharga milik keluarga Direktur PT FM sudah diangkut anak buah sejak Selasa (24/7) malam hingga Rabu (25/7) dini hari. Kendati sudah sempat di police line aparat Polsekta IB I Palembang, pintu masuk Kantor PT FM sejak Selasa (24/7) tetap saja didobrak para nasabah yang kecewa dengan langsung menjarah barang yang tersisa, seperti besi, plastik, ambal. Melihat banyak korban yang melakukan penjarahan, aparat Polsekta IB I kemarin siang kembali datang dan memasang police line serta melarang siapa pun masuk ke rumah dan Kantor PT FM.sumber berita  ??ade satia pratamahttp://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/514264/     

FM Faisol Muslim sudah ditangkap di Jakarta

Posted by rike No comments


Puluhan Nasabah Perusahaan Investasi Lakukan Penjarahan





Metrotvnews.com, Palembang: Belum selesai kasus penipuan berkedok investasi Koperasi Langit Biru, kasus serupa kembali terjadi. Di Palembang, Sumatra Selatan, puluhan nasabah perusahaan menjarah barang-barang di dalam rumah dan kantor milik direktur perusahaan tersebut, hingga ludes tak tersisa.

Puluhan nasabah perusahaan investasi Fattriyal Member (FM) yang berada di komplek Parameswarza Regency di Jalan Parameswara Palembang hilang kesabaran.



Image fatriyal member Faisol muslim


Nasabah PT FM saat melaporkan Faisol ke Polda Sumsel, kemarin terkait dugaan penipuan yang dilakukannya.(foto kanan) Foto Direktur PT FM Faisol Muslim (kanan/berpeci) dalam sebuah kesempatan dan kartu tanda pengenal beberapa pegawainya yang diamankan nasabah. Faisol dilaporkan ke polisi karena diduga menggelapkan dana nasabahnya.
PALEMBANG� Direktur Utama PT Fatthriyal Member (FM) Faisol Muslim, 32, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel kemarin karena diduga melarikan dana Rp6 triliun yang dikumpulkan dari 7.000 nasabah. Pjs Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova mengatakan baru menerima laporan sekitar 10 korban dugaan penipuan PT FM.�Saya baru dapat kabar sudah masuk laporannya tadi (kemarin).Yang jelas laporan para korban diproses dan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,� ungkap Djarod kemarin.


Ketika ditanya terkait isu terlapor Direktur Utama FM Faisol Muslim sudah ditangkap di Jakarta dan dititipkan di tahanan Rutan Salemba Jakarta, perwira melati dua ini mengaku belum mendapat laporannya.� Saya belum tahu itu,yang jelas kalau korban melapor ada,�ujarnya. Jamal, salah seorang korban penipuan PT FM,melaporkan sang direktur Faisol Muslim karena dirinya menjadi korban terkait kasus dugaan penipuan dana investasi.


�Kami minta polisi tegas dan adil memproses kasus ini.Info yang kami dapat korban bukan saja warga atau PNS golongan kecil seperti saya, tapi infonya para pejabat atau mantan pejabat di Polda Sumsel,lingkungan Pemkot Palembang, serta dari pejabat Jakarta dan daerah lain. Total investasi yang ditanamkan semuanya mencapai Rp 6 triliun,� katanya saat melapor ke SPKT Polda Sumsel kemarin.


Tujuan melaporkan Direktur PT FM ke Polda Sumsel, kata Jamal,agar terlapor segera ditangkap dan polisi mengamankan semua aset PT FM di Palembang, Cilacap, Jawa Tengah, serta Tangerang. �Kalau tidak cepat dilaporkan ke polisi bahaya,bisa kabur jauh dia (Faisol) dengan keluarganya serta aset-aset atau uang nasabah dipindahkan ke orang lain,� katanya.


Jamal mengaku sudah sekitar lima bulan menjadi nasabah PT FM yang kantornya berlokasi di Perumahan Parameswara Regency,Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang. �Saya ikut berinvestasi karena ajakan keluarga. Hingga akhirnya tergiur dan mengandaikan SK PNS ke bank dalam jangka waktu 15 tahun dengan potongan setiap bulannya Rp1 juta lebih.


Setelah dapat uang sekitar Rp175 juta, seluruh uang itu saya masukan investasi ke PT FM dengan perjanjian keuntungan dari investasi 6% dari Rp175 juta yang saya tanamkan dengan jangka kontrak 6 bulan,�ungkapnya. Tak kalah pusingnya dengan Jamal,Ahmad, 32,warga Kecamatan Sukarami, Palembang, pun mengaku kehilangan uang yang diinvestasikan sebesar Rp1,6 miliar, yang dikumpulkan dari keluarga dan teman-temannya.


�Saya sudah sekitar dua tahun berinvestasi di PT FM dalam bentuk uang. Kalau uang saya sendiri ada sekitar Rp100 juta. Sisanya uang keluarga di Palembang dan dusun serta teman-teman saya mulai dari Rp20 juta�RpRp500 juta untuk diinvestasikan ke PT FM melalui salah satu marketingnya,� ungkap Ahmad saat ditemui SINDO di lokasi Kantor PT FM kemarin. Alasan Ahmad mempercayakan PT FM untuk mengelola uang mereka, karena PT FM sudah berdiri sejak 2003 sampai sekarang.


Kemudian, banyak pejabat yang namanya tercantum sebagai pelindung PT FM. �Contoh komisaris utama PT FM mencantumkan nama mantan Wakapolda Sumsel Brigjen (Purn) Ahmad Ismail. Belum lagi siraman rohani yang selalu dilontarkan Direktur PT FM Faisol Muslim, yang setiap pertemuan dengan nasabah, baik di hotel bintang ataupun tempat lain, selalu memakai baju seperti kiai untuk meyakinkan para nasabah bahwa PT FM memiliki dana cadangan jika terjadi force majeure atau permasalahan,� paparnya.


Sejak dua tahun terakhir ini, Ahmad mengaku, dia dan keluarga serta teman-teman sudah pernah mendapatkan uang bagi hasil sesuai perjanjian kontrak awal sebesar 6%. �Ya hitung saja, kalau saya menginvestasikan uang sebesar Rp100 juta, jadi 6%-nya setiap bulan saya dapat Rp6 juta sampai enam bulan ke depan sesuai kontrak. Di mana, uang Rp100 juta saya tetap utuh kalau kontrak habis. Selain menawarkan investasi jangka 4�6 bulan, PT FM juga menawarkan investasi teknik kumulatif atau selama 10 bulan.


Hitungan bagi hasilnya bisa dua kali lipat. Jika kita tanam uang Rp100 juta, saat bulan ke-10,uang kita akan berlipat menjadi Rp200 juta,�ungkapnya. Namun, sejak April 2012, janji-janji yang sempat mereka nikmati tidak pernah terealisasi. �Sejak April, uang bagi hasil investasi tak pernah dibagikan. Sebenarnya kami telah mendapat kabar bahwa keuangan PT FM sedang guncang. Yang kita sayangkan,mengapa sejak April 2012,PT FM masih menerima uang setoran nasabah lama dan baru.


Kalau sudah tak sanggup lagi atau ada masalah bilang sama nasabah, jangan seperti ini,� tuturnya. Sementara itu, pantauan SINDO kemarin sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, ratusan korban nasabah PT FM silih berganti berdatangan ke kantor milik PT FM di Perumahan Parameswara Regency, Bukit Besar, Kecamatan IB I,Palembang.Raut kecewa terlihat di wajah mereka. Pasalnya, lima rumah yang salah satunya dijadikan Kantor PT FM tampak kosong.


Dari informasi yang dihimpun, diduga seluruh barang berharga milik keluarga Direktur PT FM sudah diangkut anak buah sejak Selasa (24/7) malam hingga Rabu (25/7) dini hari. Kendati sudah sempat di police line aparat Polsekta IB I Palembang, pintu masuk Kantor PT FM sejak Selasa (24/7) tetap saja didobrak para nasabah yang kecewa dengan langsung menjarah barang yang tersisa, seperti besi, plastik, ambal. Melihat banyak korban yang melakukan penjarahan, aparat Polsekta IB I kemarin siang kembali datang dan memasang police line serta melarang siapa pun masuk ke rumah dan Kantor PT FM.sumber berita  ??ade satia pratamahttp://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/514264/     

Berita Terkini Pt Fatriyal Member Faisol Muslim S.E

fatriyal member Faisol muslim
PT fatriyal Member atau FM direktur Faisol Muslim SE,sekarang sudah kolap dan bangkrut ribuan nasabah klabakan dan kebingungan,faisol muslim yang berjanji akan mengembalikan dana pada tanggal 11 juli 2012 ,dan menurut kabar pengembalian dana akan berjalan selama 10bulan daan masing2 nasabah akan mendaptkan 10 persen tiap bulan ,tapi sampai sekarang belum ada kabar atas berita tentang pengembalian dan dari PT FM fatriyal Membe Faisol mUslim , tidak ada berita yang falid dan semuanya hanya isu belaka ,ribuan nasabah terutaman nasabah terbesar yaitu wilayah Cilacap sangat cemas dan khawatir ,dana mereka tidak bisa kembali,Cilacap adalah wilayah investor terbesar atau wilayah dengan nasabah PT fatriyal member terbesar dalam penyetoran dana investasi , Hampir 650.Milyar dana masuk ke PT FM itu baru dari wilayah cilacap,Orang cilacap sangat percaya dengan faisol muslim karena FM dulunya adalah orang cilacap ,jadi karena itulah orang cilacap mudah dan rela menyetorkan dan hingga ratusan juta ke PT FM,dan tidak sedikit orang2 atau warga cilacap menggadaikan harta benda bahkan rela berhutang hingga ratusan juta ke bank demi berinvestasi di PT FM ,fatriyal member,Dan atas kejadian yang menggemparkan ini banyak warga cilacap kelabakan dan kelimpungan serta kebingungan atas kejadian yg sedang menimpa PT FatriyalMember  yg dikelola Faisol muslim. Saya hanya berharap mudah-mudahan ada solusi terbaik utuk semuanya, dan perlu di ketahui bisnis investasi seperti ini sangat Riskan atau beresiko tinggi dan mudah mengalami kolap, apalagi bunga yg diberikan mencapai 7 persen, Jangankan yg 7 persen perbulan yang 2 persen perbulan saja banyak yang Kolaps.Dan sekarang banyak sekali skema money games (judi)dan ponzy, Ingat pesan master investasi ,Gunakan uang untuk investasi bukan dari pinjam karena itu adalah kesalahan dalam berinvestasi seperti PT FM, gunakan uang extra anda demi mengantisipasi hal2 yang akan membuat anda menyesal.sedikit info tambahan setelah saya cek di BAPPEBTI pt fatriyal member tidak terdaftar kalo tidak percaya silahkan di cel langsung di http://www.bappebti.go.id dan berikut ini saya lampirkan beberapa Pialang yang di cabut izinnya

NoNamaWakil Pialang
1.PT. ARTHA BERJANGKA NUSANTARA
Deusche Bank Building Lt.15, Jl. Imam Bonjol No. 80, Jakarta
No. Izin: 70/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: (021) 31900369
Fax: (021) 31908576
SK Pencabutan: 416/BAPPEBTI/SA/7/2008
Tanggal: 24 Juli 2008
2.PT. CAYMAN TRUST FUTURES
World Trade Center Lantai 16, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, JAKARTA 12920
No. Izin: 645/BAPPEBTI/SI/IV/2005
Telp: (021) 521 1833
Fax: (021) 521 1203
SK Pencabutan: 483/BPPEBTI/SA/10/2008
Tanggal: 10 Oktober 2008
EVELINA JANSEN
3.PT. DANAREKSA FUTURES
Gedung Danareksa, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14, Jakarta 10110
No. Izin: 10/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: 021-3501177,3501557
Fax: 021-3502496
SK Pencabutan: 1353/BAPPEBTI/SA/06/2011
Tanggal: 23 Juni 2011
4.PT. DEA U-TRADE FUTURES
PLAZA BII MENARA II, LANTAI 5, JL. M.H. THAMRIN NO. 51 JAKARTA 10350
No. Izin: 495/BAPPEBTI/SI/X/2004
Telp: (021) 398 34755
Fax: (021) 398 34756
SK Pencabutan: 215/BAPPEBTI/SA/9/2006
Tanggal: 09 September 2006
AGUS WIDODO
GIYONO WIJAYA
KUNTO PRAYITNO
LESA REFRIANTO
SUPRAYOGI
5.PT. FORTUNE CHANNEL FUTURES
Wisma KYOEI PRINCE, Lt. 20,Jl. Jend. Sudirman Kav. 3,Jakarta 10220
No. Izin: 342/BAPPEBTI/SI/IV/2004
Telp: (021) 5723335
Fax: (021) 5724055
SK Pencabutan: 289/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
6.PT. GITA ARTHA BERJANGKA
Menara Bank Dagang Negara Lt. 18, Jl. M.H. Thamrin No. 5, Jakarta 10340
No. Izin: 908/BAPPEBTI/SI/8/2006
Telp: (021) 3983 2878
Fax: (021) 3983 2877
SK Pencabutan: 1050/BAPPEBTI/SA/06/2010
Tanggal: 29 Juni 2010
7.PT. GRAHA FINESA BERJANGKA
GRAHA IRAMA Lt. 9, R-9E, Jl. H.R. Rasuna Said Kuningan Blok X-1, Kav. 1-2 - Jakarta 12940
No. Izin: 334/BAPPEBTI/SI/III/2004
Telp: (021) 5264407
Fax: (021) 5264406
SK Pencabutan: 418/BAPPEBTI/SA/7/2008
Tanggal: 24 Juli 2008
8.PT. INDOFUTOP
Menara Kebon Sirih, 21st Floor, Suite 2105, Jl. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta 10340
No. Izin: 06/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: (021) 3926735/37
Fax: (021) 3926736
SK Pencabutan: 38/BAPPEBTI/SA/X/2003
Tanggal: 23 Oktober 2003
9.PT. MASTERPIECE FUTURES
Plaza 89 lt. 3 SUITE 301, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6- Kuningan, JAKARTA 12940
No. Izin: 843/BAPPEBTI/SI/12/2005
Telp: (021) 5290255
Fax: (021) 52920622
SK Pencabutan: 870/BAPPEBTI/SA/02/2010
Tanggal: 12 Pebruari 2010
10.PT. MAXGAIN INTERNATIONAL FUTURES
BEJ TOWER II Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
No. Izin: 04/BAPPEBTI/SI/PN.01/XII/2004
Telp: (021) 5152 333
Fax: (021) 5153 661
SK Pencabutan: 822/BAPPEBTI/SA/01/2010
Tanggal: 18 Januari 2010

11.PT. PANDU DANA UTAMA BERJANGKA
Hayam Wuruk Plaza, Lt. 7 E-F, Jl. Hayam Wuruk No. 108, Jakarta
No. Izin: 640/BAPPEBTI/SI/III/2005
Telp: 021-6298373
Fax: 021-6284331
SK Pencabutan: 1119/BAPPEBTI/SA/09/2010
Tanggal: 21 September 2010
12.PT. PIRANTI JAYA ARTHA FUTURES
BANGUN TJIPTA BUILDING LT. 1, JL. JEND. GATOT SUBROTO NO. 54 (BUNDERAN SLIPI), JAKARTA 10260
No. Izin: 531/BAPPEBTI/SI/XI/2004
Telp: (021) 570 8828
Fax: (021) 570 8831
SK Pencabutan: 516/BAPPEBTI/SA/12/2008
Tanggal: 18 Desember 2008
ADEMI, SE
AZMI ABUBAKAR
BOY AHMAD SUGIARTO
SITI SUMIYATI
ZAENAL WISNUWARDANA, Ir.
13.PT. SARANA PERDANA BERJANGKA
Gajah Mada Tower Lt. 19, Suite 1901,Jl. Gajah Mada No. 19 - 26, JAKARTA 10130
No. Izin: 829/BAPPEBTI/SI/11/2005
Telp: (021) 63866344
Fax: (021) 63872256
SK Pencabutan: 858/BAPPEBTI/SA/01/2010
Tanggal: 29 Januari 2010
14.PT. SENTRA ARTHA FUTURES
Plaza Centris Lt. V, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta Pusat 12910
No. Izin: 858/BAPPEBTI/SI/1/2006
Telp: (021) 525 4653
Fax: (021) 520 7093
SK Pencabutan: 287/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
15.PT. TOTAL ASIA FUTURES
Plaza DM Lantai 14, Suite 1403, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25,Jakarta 12920.
No. Izin: 839/BAPPEBTI/SI/12/2005
Telp: (021) 5205555
Fax: (021) 5203901
SK Pencabutan: 291/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
Sekian info seputar PT Fatriyal Member Faisol Muslim Palembang,mudah-mudahan ada manfaatnya.
Berita terkini dari fatriyal member
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_4145.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_6419.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_4934.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_8910.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_7610.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_2957.jpg
Kantor Fattriyal Member (FM) di Kompleks Parameswara Regency, Jalan Parameswara, Palembang, Sumatera Selatan disegel polisi, Selasa (24/7/2012). Penyegelan ini sebagai tindak lanjut dari penipuan dana puluhan nasabah oleh Faisol Muslim sang pemilik Fattriyal Member. (TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI)

Berita Terkini Pt Fatriyal Member Faisol Muslim S.E

Posted by rike No comments

fatriyal member Faisol muslim
PT fatriyal Member atau FM direktur Faisol Muslim SE,sekarang sudah kolap dan bangkrut ribuan nasabah klabakan dan kebingungan,faisol muslim yang berjanji akan mengembalikan dana pada tanggal 11 juli 2012 ,dan menurut kabar pengembalian dana akan berjalan selama 10bulan daan masing2 nasabah akan mendaptkan 10 persen tiap bulan ,tapi sampai sekarang belum ada kabar atas berita tentang pengembalian dan dari PT FM fatriyal Membe Faisol mUslim , tidak ada berita yang falid dan semuanya hanya isu belaka ,ribuan nasabah terutaman nasabah terbesar yaitu wilayah Cilacap sangat cemas dan khawatir ,dana mereka tidak bisa kembali,Cilacap adalah wilayah investor terbesar atau wilayah dengan nasabah PT fatriyal member terbesar dalam penyetoran dana investasi , Hampir 650.Milyar dana masuk ke PT FM itu baru dari wilayah cilacap,Orang cilacap sangat percaya dengan faisol muslim karena FM dulunya adalah orang cilacap ,jadi karena itulah orang cilacap mudah dan rela menyetorkan dan hingga ratusan juta ke PT FM,dan tidak sedikit orang2 atau warga cilacap menggadaikan harta benda bahkan rela berhutang hingga ratusan juta ke bank demi berinvestasi di PT FM ,fatriyal member,Dan atas kejadian yang menggemparkan ini banyak warga cilacap kelabakan dan kelimpungan serta kebingungan atas kejadian yg sedang menimpa PT FatriyalMember  yg dikelola Faisol muslim. Saya hanya berharap mudah-mudahan ada solusi terbaik utuk semuanya, dan perlu di ketahui bisnis investasi seperti ini sangat Riskan atau beresiko tinggi dan mudah mengalami kolap, apalagi bunga yg diberikan mencapai 7 persen, Jangankan yg 7 persen perbulan yang 2 persen perbulan saja banyak yang Kolaps.Dan sekarang banyak sekali skema money games (judi)dan ponzy, Ingat pesan master investasi ,Gunakan uang untuk investasi bukan dari pinjam karena itu adalah kesalahan dalam berinvestasi seperti PT FM, gunakan uang extra anda demi mengantisipasi hal2 yang akan membuat anda menyesal.sedikit info tambahan setelah saya cek di BAPPEBTI pt fatriyal member tidak terdaftar kalo tidak percaya silahkan di cel langsung di http://www.bappebti.go.id dan berikut ini saya lampirkan beberapa Pialang yang di cabut izinnya

NoNamaWakil Pialang
1.PT. ARTHA BERJANGKA NUSANTARA
Deusche Bank Building Lt.15, Jl. Imam Bonjol No. 80, Jakarta
No. Izin: 70/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: (021) 31900369
Fax: (021) 31908576
SK Pencabutan: 416/BAPPEBTI/SA/7/2008
Tanggal: 24 Juli 2008
2.PT. CAYMAN TRUST FUTURES
World Trade Center Lantai 16, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31, JAKARTA 12920
No. Izin: 645/BAPPEBTI/SI/IV/2005
Telp: (021) 521 1833
Fax: (021) 521 1203
SK Pencabutan: 483/BPPEBTI/SA/10/2008
Tanggal: 10 Oktober 2008
EVELINA JANSEN
3.PT. DANAREKSA FUTURES
Gedung Danareksa, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14, Jakarta 10110
No. Izin: 10/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: 021-3501177,3501557
Fax: 021-3502496
SK Pencabutan: 1353/BAPPEBTI/SA/06/2011
Tanggal: 23 Juni 2011
4.PT. DEA U-TRADE FUTURES
PLAZA BII MENARA II, LANTAI 5, JL. M.H. THAMRIN NO. 51 JAKARTA 10350
No. Izin: 495/BAPPEBTI/SI/X/2004
Telp: (021) 398 34755
Fax: (021) 398 34756
SK Pencabutan: 215/BAPPEBTI/SA/9/2006
Tanggal: 09 September 2006
AGUS WIDODO
GIYONO WIJAYA
KUNTO PRAYITNO
LESA REFRIANTO
SUPRAYOGI
5.PT. FORTUNE CHANNEL FUTURES
Wisma KYOEI PRINCE, Lt. 20,Jl. Jend. Sudirman Kav. 3,Jakarta 10220
No. Izin: 342/BAPPEBTI/SI/IV/2004
Telp: (021) 5723335
Fax: (021) 5724055
SK Pencabutan: 289/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
6.PT. GITA ARTHA BERJANGKA
Menara Bank Dagang Negara Lt. 18, Jl. M.H. Thamrin No. 5, Jakarta 10340
No. Izin: 908/BAPPEBTI/SI/8/2006
Telp: (021) 3983 2878
Fax: (021) 3983 2877
SK Pencabutan: 1050/BAPPEBTI/SA/06/2010
Tanggal: 29 Juni 2010
7.PT. GRAHA FINESA BERJANGKA
GRAHA IRAMA Lt. 9, R-9E, Jl. H.R. Rasuna Said Kuningan Blok X-1, Kav. 1-2 - Jakarta 12940
No. Izin: 334/BAPPEBTI/SI/III/2004
Telp: (021) 5264407
Fax: (021) 5264406
SK Pencabutan: 418/BAPPEBTI/SA/7/2008
Tanggal: 24 Juli 2008
8.PT. INDOFUTOP
Menara Kebon Sirih, 21st Floor, Suite 2105, Jl. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta 10340
No. Izin: 06/BAPPEBTI/SI/XII/2000
Telp: (021) 3926735/37
Fax: (021) 3926736
SK Pencabutan: 38/BAPPEBTI/SA/X/2003
Tanggal: 23 Oktober 2003
9.PT. MASTERPIECE FUTURES
Plaza 89 lt. 3 SUITE 301, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6- Kuningan, JAKARTA 12940
No. Izin: 843/BAPPEBTI/SI/12/2005
Telp: (021) 5290255
Fax: (021) 52920622
SK Pencabutan: 870/BAPPEBTI/SA/02/2010
Tanggal: 12 Pebruari 2010
10.PT. MAXGAIN INTERNATIONAL FUTURES
BEJ TOWER II Lt. 29, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190
No. Izin: 04/BAPPEBTI/SI/PN.01/XII/2004
Telp: (021) 5152 333
Fax: (021) 5153 661
SK Pencabutan: 822/BAPPEBTI/SA/01/2010
Tanggal: 18 Januari 2010

11.PT. PANDU DANA UTAMA BERJANGKA
Hayam Wuruk Plaza, Lt. 7 E-F, Jl. Hayam Wuruk No. 108, Jakarta
No. Izin: 640/BAPPEBTI/SI/III/2005
Telp: 021-6298373
Fax: 021-6284331
SK Pencabutan: 1119/BAPPEBTI/SA/09/2010
Tanggal: 21 September 2010
12.PT. PIRANTI JAYA ARTHA FUTURES
BANGUN TJIPTA BUILDING LT. 1, JL. JEND. GATOT SUBROTO NO. 54 (BUNDERAN SLIPI), JAKARTA 10260
No. Izin: 531/BAPPEBTI/SI/XI/2004
Telp: (021) 570 8828
Fax: (021) 570 8831
SK Pencabutan: 516/BAPPEBTI/SA/12/2008
Tanggal: 18 Desember 2008
ADEMI, SE
AZMI ABUBAKAR
BOY AHMAD SUGIARTO
SITI SUMIYATI
ZAENAL WISNUWARDANA, Ir.
13.PT. SARANA PERDANA BERJANGKA
Gajah Mada Tower Lt. 19, Suite 1901,Jl. Gajah Mada No. 19 - 26, JAKARTA 10130
No. Izin: 829/BAPPEBTI/SI/11/2005
Telp: (021) 63866344
Fax: (021) 63872256
SK Pencabutan: 858/BAPPEBTI/SA/01/2010
Tanggal: 29 Januari 2010
14.PT. SENTRA ARTHA FUTURES
Plaza Centris Lt. V, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-5, Jakarta Pusat 12910
No. Izin: 858/BAPPEBTI/SI/1/2006
Telp: (021) 525 4653
Fax: (021) 520 7093
SK Pencabutan: 287/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
15.PT. TOTAL ASIA FUTURES
Plaza DM Lantai 14, Suite 1403, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25,Jakarta 12920.
No. Izin: 839/BAPPEBTI/SI/12/2005
Telp: (021) 5205555
Fax: (021) 5203901
SK Pencabutan: 291/BAPPEBTI/SA/7/2007
Tanggal: 27 Juli 2007
Sekian info seputar PT Fatriyal Member Faisol Muslim Palembang,mudah-mudahan ada manfaatnya.
Berita terkini dari fatriyal member
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_4145.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_6419.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_4934.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_8910.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_7610.jpg
20120724_Penyegelan_Kantor_Fattriyal_Member_2957.jpg
Kantor Fattriyal Member (FM) di Kompleks Parameswara Regency, Jalan Parameswara, Palembang, Sumatera Selatan disegel polisi, Selasa (24/7/2012). Penyegelan ini sebagai tindak lanjut dari penipuan dana puluhan nasabah oleh Faisol Muslim sang pemilik Fattriyal Member. (TRIBUN SUMSEL/M AWALUDDIN FAJRI)

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top