What's New Here?

Showing posts with label Greek and Roman Mythology. Show all posts
Showing posts with label Greek and Roman Mythology. Show all posts

Narcissus dan Echo


Narcissus adalah seorang pemuda yang sangat rupawan . Banyak yang menyukainya namun Narcissus menolak semuanya. Narcissus suka diperhatikan dan dipuji.  Tak seorang pun sebanding dengan dirinya, demikian selalu terngiang-ngiang di telinganya dan ia suka mengamati rasa iri yang terpancar di wajah orang yang memandangi wajahnya.


Seorang peri hutan bernama Eccho menyukai Narcissus. Rasa cintanya kepada pemuda itu  sebanding dengan kesukaannya membalas perkataan orang lain. Echo selalu berbicara hingga lawan bicaranya tak dapat menjawab lagi.

Pada suatu hari dewi Juno sedang mencari suaminya Jupiter di hutan . Echo mengajak Juno mengobrol sehingga Jupiter yang ingin menghindari isterinya dapat melarikan diri.  Juno gusar, Echo yang sangat suka berbicara itu dikutuknya sehingga hanya bisa menirukan suara yang didengarnya.


Echo sering menunggu Narcissus di dalam hutan, berharap Narcissus melihatnya. Pada suatu hari Narcissus mendengar suara langkah Echo yang mengikutinya di hutan. Ia berseru, �Siapa?� dan Echo menyahut, �Siapa?�


�Kemarilah!� seru Narcissus


�Kemarilah!� tiru Echo.


Narcissus memanggil Echo untuk mendekat. Peri itu sangat bahagia dan karena ia tidak dapat mengatakan siapa dirinya dan rasa cintanya kepada Narcissus, ia memeluk pemuda itu. Narcissus medorongnya dengan marah dan mengusirnya.


Rasa duka yang mendalam membawa Echo kepada ajalnya. Tubuhnya berubah menjadi batu gunung, namun ia tetap menjawab semua suara yang didengarnya.


Narcissus tetap suka mendekati peri-peri dan dalam sekejab meninggalkan mereka. Para dewa kesal dengan tingkah lakunya. Mereka ingin menghukumnya agar ia merasakan perasaan cinta yang dalam namun tidak mendapatkan balasan. Mereka menciptakan sesuatu yang akan dicintainya. Sesuatu yang tidak nyata dan tidak akan pernah membalas rasa cintanya.


Pada suatu hari Narcissus berjalan-jalan di hutan dan menjumpai sebuah kolam. Ia memandang permukaan air kolam dan melihat bayangan.  �Ia cantik sekali,� katanya dalam hati. �Pasti ia peri air yang tinggal di kolam ini.� Ia tidak mengenali bayangannya sendiri.


Narcissus memandangi bayangannya sendiri, makin lama makin ia terpesona. Ia mengulurkan tangannya dan bayangan itu juga mengulurkan tangan kepadanya. Namun ketika tangan Narcissus menyentuh air, bayangan itu lenyap. Narcissus sangat kecewa. Beberapa saat kemudian air tenang kembali dan bayangan itu muncul kembali. Narcissus mencoba menyentuh bayangannya lagi dan kembali bayangan itu meninggalkannya. Akhirnya ia berbaring telungkup, hanya dapat memandangi sosok yang sangat memikat hatinya.


Nascissus menjerit dalam nestapa. Setiap kali ia menjerit, Echo juga menjerit. Narcissus tidak beranjak dari tepi kolam, tidak makan atau minum. Peri-peri berusaha membujuknya meninggalkan tempat itu. Suara Echo mengulangi semua yang mereka ucapkan. Pemuda itu tidak bergeming hingga akhirnya ia meninggal karena berduka. Tubuhnya menjelma menjadi tumbuhan bunga yang kini disebut bunga Narcissus.


Sekarang orang yang suka mengagumi dirinya sendiri secara berlebihan disebut narsis yang diambil dari nama pemuda tampan yang sombong itu. Dan nama Echo digunakan untuk menamai suara yang memantul dan menjadi gema.

 

Gambar: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTf8VIXSOfANECgNbP_c0aMnSqh9aeOH60YFfx22yO7Hnt8OWqBtRLLn7iA

Narcissus dan Echo

Posted by rike No comments


Narcissus adalah seorang pemuda yang sangat rupawan . Banyak yang menyukainya namun Narcissus menolak semuanya. Narcissus suka diperhatikan dan dipuji.  Tak seorang pun sebanding dengan dirinya, demikian selalu terngiang-ngiang di telinganya dan ia suka mengamati rasa iri yang terpancar di wajah orang yang memandangi wajahnya.


Seorang peri hutan bernama Eccho menyukai Narcissus. Rasa cintanya kepada pemuda itu  sebanding dengan kesukaannya membalas perkataan orang lain. Echo selalu berbicara hingga lawan bicaranya tak dapat menjawab lagi.

Pada suatu hari dewi Juno sedang mencari suaminya Jupiter di hutan . Echo mengajak Juno mengobrol sehingga Jupiter yang ingin menghindari isterinya dapat melarikan diri.  Juno gusar, Echo yang sangat suka berbicara itu dikutuknya sehingga hanya bisa menirukan suara yang didengarnya.


Echo sering menunggu Narcissus di dalam hutan, berharap Narcissus melihatnya. Pada suatu hari Narcissus mendengar suara langkah Echo yang mengikutinya di hutan. Ia berseru, �Siapa?� dan Echo menyahut, �Siapa?�


�Kemarilah!� seru Narcissus


�Kemarilah!� tiru Echo.


Narcissus memanggil Echo untuk mendekat. Peri itu sangat bahagia dan karena ia tidak dapat mengatakan siapa dirinya dan rasa cintanya kepada Narcissus, ia memeluk pemuda itu. Narcissus medorongnya dengan marah dan mengusirnya.


Rasa duka yang mendalam membawa Echo kepada ajalnya. Tubuhnya berubah menjadi batu gunung, namun ia tetap menjawab semua suara yang didengarnya.


Narcissus tetap suka mendekati peri-peri dan dalam sekejab meninggalkan mereka. Para dewa kesal dengan tingkah lakunya. Mereka ingin menghukumnya agar ia merasakan perasaan cinta yang dalam namun tidak mendapatkan balasan. Mereka menciptakan sesuatu yang akan dicintainya. Sesuatu yang tidak nyata dan tidak akan pernah membalas rasa cintanya.


Pada suatu hari Narcissus berjalan-jalan di hutan dan menjumpai sebuah kolam. Ia memandang permukaan air kolam dan melihat bayangan.  �Ia cantik sekali,� katanya dalam hati. �Pasti ia peri air yang tinggal di kolam ini.� Ia tidak mengenali bayangannya sendiri.


Narcissus memandangi bayangannya sendiri, makin lama makin ia terpesona. Ia mengulurkan tangannya dan bayangan itu juga mengulurkan tangan kepadanya. Namun ketika tangan Narcissus menyentuh air, bayangan itu lenyap. Narcissus sangat kecewa. Beberapa saat kemudian air tenang kembali dan bayangan itu muncul kembali. Narcissus mencoba menyentuh bayangannya lagi dan kembali bayangan itu meninggalkannya. Akhirnya ia berbaring telungkup, hanya dapat memandangi sosok yang sangat memikat hatinya.


Nascissus menjerit dalam nestapa. Setiap kali ia menjerit, Echo juga menjerit. Narcissus tidak beranjak dari tepi kolam, tidak makan atau minum. Peri-peri berusaha membujuknya meninggalkan tempat itu. Suara Echo mengulangi semua yang mereka ucapkan. Pemuda itu tidak bergeming hingga akhirnya ia meninggal karena berduka. Tubuhnya menjelma menjadi tumbuhan bunga yang kini disebut bunga Narcissus.


Sekarang orang yang suka mengagumi dirinya sendiri secara berlebihan disebut narsis yang diambil dari nama pemuda tampan yang sombong itu. Dan nama Echo digunakan untuk menamai suara yang memantul dan menjadi gema.

 

Gambar: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTf8VIXSOfANECgNbP_c0aMnSqh9aeOH60YFfx22yO7Hnt8OWqBtRLLn7iA

Kotak Pandora





Dahulu kala, Zeus, raja para dewa, menyuruh Hephaestus membuatkannya seorang puteri.  Hephaestus menciptakan seorang wanita dari tanah liat. Wanita itu cantik rupawan dan diberi nama Pandora. 

Zeus mengirim Pandora turun ke bumi dan menikahkannya dengan Epimetheus. Zeus melakukan semua ini untuk membalas dendam kepada Prometheus, saudara Epimetheus. Prometheus telah memberikan api kepada manusia tanpa izin Zeus.

Zeus memberikan sebuah kotak yang dikunci kepada Pandora dan menyuruhnya berjanji, tidak akan membuka kotak itu. Ia juga memberikan kunci kotak itu kepada Epimetheus dengan pesan yang sama. Zeus yakin bahwa Epimetheus dan Prometheus tidak akan membuka kotak itu.

Pandora penasaran, ia ingin tahu apa yang ada di dalam kotak yang terkunci rapat itu. Ia meminta kunci kepada suaminya, namun Epimetheus tidak mau memberikannya.

�Kau tahu bagaimana sifat Zeus ayahmu,� kata Epimetheus.

�Aku hanya ingin melihat isinya, aku hanya akan mengintip sebentar saja,� bujuk Pandora.

�Jangan. Aku takut ayahmu menaruh benda yang akan mencelakakan kita dalam kotak itu.�

Pandora terdiam. Namun rasa ingin tahunya tidak dapat dibendung.  Ketika Epimetheus sedang tidur lelap, Pandora mengambil kunci dan membuka kotak itu.

Dari dalam kotak keluarlah segala macam penyakit, kebencian, iri hati, kejahatan dan semua hal buruk yang belum pernah dialami manusia. Pandora cepat-cepat menutup kotak itu kembali. Namun terlambat, semua hal buruk itu telah terbang ke seluruh dunia.

Epimetheus terbangun oleh suara tangisan Pandora. Tersedu-sedu  Pandora menceritakan apa yang telah terjadi.

�Aku tidak dapat menangkap mereka,� isaknya. �Lihatlah kotak ini sekarang kosong.�

Pandora membuka kotak dan menunjukkannya kepada suaminya. Seekor kumbang kecil terbang keluar sebelum Pandora dapat menutup kotak itu kembali.

Kumbang kecil itu terbang mengelilingi Pandora.

�Pandora, aku Harapan,� kata kumbang itu, �Aku berterima kasih kepadamu karena membebaskanku.� Ia lalu terbang pergi.

Di dunia sekarang ada Iri hati, Kejahatan, Kebencian dan Penyakit, namun bersama mereka juga ada Harapan.







Gambar diadaptasi dari http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSJnM4Nkwn_6xAyLue6-TVFiZKx05gq1K8dY0-EOOuoFCW_ICqxEbEadxQBQw

Kotak Pandora

Posted by rike No comments





Dahulu kala, Zeus, raja para dewa, menyuruh Hephaestus membuatkannya seorang puteri.  Hephaestus menciptakan seorang wanita dari tanah liat. Wanita itu cantik rupawan dan diberi nama Pandora. 

Zeus mengirim Pandora turun ke bumi dan menikahkannya dengan Epimetheus. Zeus melakukan semua ini untuk membalas dendam kepada Prometheus, saudara Epimetheus. Prometheus telah memberikan api kepada manusia tanpa izin Zeus.

Zeus memberikan sebuah kotak yang dikunci kepada Pandora dan menyuruhnya berjanji, tidak akan membuka kotak itu. Ia juga memberikan kunci kotak itu kepada Epimetheus dengan pesan yang sama. Zeus yakin bahwa Epimetheus dan Prometheus tidak akan membuka kotak itu.

Pandora penasaran, ia ingin tahu apa yang ada di dalam kotak yang terkunci rapat itu. Ia meminta kunci kepada suaminya, namun Epimetheus tidak mau memberikannya.

�Kau tahu bagaimana sifat Zeus ayahmu,� kata Epimetheus.

�Aku hanya ingin melihat isinya, aku hanya akan mengintip sebentar saja,� bujuk Pandora.

�Jangan. Aku takut ayahmu menaruh benda yang akan mencelakakan kita dalam kotak itu.�

Pandora terdiam. Namun rasa ingin tahunya tidak dapat dibendung.  Ketika Epimetheus sedang tidur lelap, Pandora mengambil kunci dan membuka kotak itu.

Dari dalam kotak keluarlah segala macam penyakit, kebencian, iri hati, kejahatan dan semua hal buruk yang belum pernah dialami manusia. Pandora cepat-cepat menutup kotak itu kembali. Namun terlambat, semua hal buruk itu telah terbang ke seluruh dunia.

Epimetheus terbangun oleh suara tangisan Pandora. Tersedu-sedu  Pandora menceritakan apa yang telah terjadi.

�Aku tidak dapat menangkap mereka,� isaknya. �Lihatlah kotak ini sekarang kosong.�

Pandora membuka kotak dan menunjukkannya kepada suaminya. Seekor kumbang kecil terbang keluar sebelum Pandora dapat menutup kotak itu kembali.

Kumbang kecil itu terbang mengelilingi Pandora.

�Pandora, aku Harapan,� kata kumbang itu, �Aku berterima kasih kepadamu karena membebaskanku.� Ia lalu terbang pergi.

Di dunia sekarang ada Iri hati, Kejahatan, Kebencian dan Penyakit, namun bersama mereka juga ada Harapan.







Gambar diadaptasi dari http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSJnM4Nkwn_6xAyLue6-TVFiZKx05gq1K8dY0-EOOuoFCW_ICqxEbEadxQBQw

Theseus dan Minotaur

Dahulu kala, hiduplah seorang raja bernama Minos di pulau Kreta, Yunani. Minos membuat dewa laut, Poseidon marah karena tidak mempersembahkan sapi jantan putih yang dikirim kepadanya. Sebagai hukuman, Poseidon menyuruh dewi cinta, Aphrodite untuk membuat istri Minos, Pasiphae jatuh cinta kepada sapi putih itu. Pasiphae kemudian melahirkan seorang bayi yang memiliki tubuh manusia, namun kepalanya adalah sapi. Bayi itu diberi nama Minotaur. Ketika masih kecil, Minotaur seperti layaknya bayi manusia biasa, namun makin besar, sifatnya makin buas dan ia suka memakan manusia.

Minos kemudian mengurung Minotaur dalam sebuah labirin. Labirin adalah sebuah bangunan seperti gua dengan banyak jalan sempit berkelok-kelok dan bercabang-cabang. Orang yang masuk ke dalam labirin akan tersesat. Mereka  tidak dapat keluar lagi dan menjadi mangsa Minotaur.

Raja Minos suka berperang dan ia sering menyerang Athena. Raja Minos akhirnya mengalahkan raja Athena, Aegeus dalam perang. Ia mengancam akan menghancurkan Athena kecuali raja Aegeus mengirimkan tujuh pemuda dan tujuh gadis setiap tujuh tahun. Mereka akan dikorbankan kepada Minotaur.

Raja Aegeus terpaksa menyetujui. Setiap tujuh tahun Minos mengirimkan sebuah kapal dengan layar hitam untuk menjemput para korban. Ketika tiba di Kreta, para remaja itu diberi pakaian yang indah dan dijamu dengan makanan yang sangat lezat. Namun kemudian mereka diantarkan masuk ke dalam labirin dan tidak pernah kembali.

Theseus, putra raja Aegeus heran mengapa setiap tujuh tahun ayahnya kelihatan begitu sedih. Ketika raja Aegeus menceritakan perjanjiannya dengan raja Minos, Theseus memutuskan pergi ke Kreta sebagai salah satu tawanan dan membunuh Minotaur. Raja Aegeus tidak setuju, Theseus adalah puteranya satu-satunya dan pewaris kerajaannya. Dan tak seorang pun kembali setelah berangkat ke Kreta.

Theseus berkeras dan raja dengan berat hati mengijinkannya pergi. Setiba di Kreta Theseus bersama para remaja yang lain dijamu dengan makanan mewah. Ia duduk di sebelah puteri raja Minos, Ariadne. Ariadne terpesona melihat ketampanan dan keberanian Theseus dan ia memutuskan untuk membantunya membunuh Minotaur. Ia memberikan sebilah pedang dan segulung benang sutera kepada Theseus dan ia meminta pemuda itu membawanya kembali ke Athena dan menikahinya.

Ketika Theseus dan teman-temannya tiba di labirin, ia mengikat ujung benang pada pintu gua itu. Disuruhnya teman-temannya menunggu di sana dan menjaga benang itu agar tetap terikat di situ.

Theseus berjalan memasuki labirin sambil menguraikan benang, agar nanti ia dapat menemukan jalan keluar. Ia dapat mendengar Minotaur mendengkur di kejauhan, namun kemudian ia tidak mendengar dengkuran itu lagi.

Theseus terus berjalan makin jauh ke dalam labirin hingga tiba di sebuah gua besar yang sangat gelap. Minotaur berdiri di depannya. Theseus ketakutan melihat Minotaur yang besar dan menyeramkan, namun ia berhasil membunuh Minotaur dengan pedangnya. Ia pun berjalan kembali keluar sambil mengikuti banang sutera yang tadi ditinggalkannya.
Theseus dan Ariadne kembali ke Athena dengan kapal. Dalam perjalanan, dewa Dionysus mengunjunginya dalam mimpi dan mengatakan bahwa Theseus tidak boleh menikahi Ariadne karena puteri itu telah dipilihnya menjadi isterinya. Theseus harus meninggalkan Ariadne di pulau Naxos dimana Dionysus akan menjemputnya.

Theseus membawa kapal berlabuh di pulau Naxos. Ia mengajak Ariadne turun ke pulau. Setelah beberapa saat Ariadne tertidur. Theseus meninggalkannya sendiri di sana.
Theseus begitu sedih karena berpisah dengan Ariadne sehingga ia lupa menurunkan layar hitam kapalnya dan menggantinya dengan layar putih. Raja Aegeus yang sedang menunggu kedatangannya kembali melihat kapal berlayar hitam itu dan mengira puteranya sudah meninggal. Ia pun terjun ke dalam laut. Laut itu hingga sekarang disebut laut Aegean.

Theseus menjadi raja. Ia memerintah dengan bijaksana dan suka menolong rakyatnya. 

Theseus dan Minotaur

Posted by rike No comments

Dahulu kala, hiduplah seorang raja bernama Minos di pulau Kreta, Yunani. Minos membuat dewa laut, Poseidon marah karena tidak mempersembahkan sapi jantan putih yang dikirim kepadanya. Sebagai hukuman, Poseidon menyuruh dewi cinta, Aphrodite untuk membuat istri Minos, Pasiphae jatuh cinta kepada sapi putih itu. Pasiphae kemudian melahirkan seorang bayi yang memiliki tubuh manusia, namun kepalanya adalah sapi. Bayi itu diberi nama Minotaur. Ketika masih kecil, Minotaur seperti layaknya bayi manusia biasa, namun makin besar, sifatnya makin buas dan ia suka memakan manusia.

Minos kemudian mengurung Minotaur dalam sebuah labirin. Labirin adalah sebuah bangunan seperti gua dengan banyak jalan sempit berkelok-kelok dan bercabang-cabang. Orang yang masuk ke dalam labirin akan tersesat. Mereka  tidak dapat keluar lagi dan menjadi mangsa Minotaur.

Raja Minos suka berperang dan ia sering menyerang Athena. Raja Minos akhirnya mengalahkan raja Athena, Aegeus dalam perang. Ia mengancam akan menghancurkan Athena kecuali raja Aegeus mengirimkan tujuh pemuda dan tujuh gadis setiap tujuh tahun. Mereka akan dikorbankan kepada Minotaur.

Raja Aegeus terpaksa menyetujui. Setiap tujuh tahun Minos mengirimkan sebuah kapal dengan layar hitam untuk menjemput para korban. Ketika tiba di Kreta, para remaja itu diberi pakaian yang indah dan dijamu dengan makanan yang sangat lezat. Namun kemudian mereka diantarkan masuk ke dalam labirin dan tidak pernah kembali.

Theseus, putra raja Aegeus heran mengapa setiap tujuh tahun ayahnya kelihatan begitu sedih. Ketika raja Aegeus menceritakan perjanjiannya dengan raja Minos, Theseus memutuskan pergi ke Kreta sebagai salah satu tawanan dan membunuh Minotaur. Raja Aegeus tidak setuju, Theseus adalah puteranya satu-satunya dan pewaris kerajaannya. Dan tak seorang pun kembali setelah berangkat ke Kreta.

Theseus berkeras dan raja dengan berat hati mengijinkannya pergi. Setiba di Kreta Theseus bersama para remaja yang lain dijamu dengan makanan mewah. Ia duduk di sebelah puteri raja Minos, Ariadne. Ariadne terpesona melihat ketampanan dan keberanian Theseus dan ia memutuskan untuk membantunya membunuh Minotaur. Ia memberikan sebilah pedang dan segulung benang sutera kepada Theseus dan ia meminta pemuda itu membawanya kembali ke Athena dan menikahinya.

Ketika Theseus dan teman-temannya tiba di labirin, ia mengikat ujung benang pada pintu gua itu. Disuruhnya teman-temannya menunggu di sana dan menjaga benang itu agar tetap terikat di situ.

Theseus berjalan memasuki labirin sambil menguraikan benang, agar nanti ia dapat menemukan jalan keluar. Ia dapat mendengar Minotaur mendengkur di kejauhan, namun kemudian ia tidak mendengar dengkuran itu lagi.

Theseus terus berjalan makin jauh ke dalam labirin hingga tiba di sebuah gua besar yang sangat gelap. Minotaur berdiri di depannya. Theseus ketakutan melihat Minotaur yang besar dan menyeramkan, namun ia berhasil membunuh Minotaur dengan pedangnya. Ia pun berjalan kembali keluar sambil mengikuti banang sutera yang tadi ditinggalkannya.
Theseus dan Ariadne kembali ke Athena dengan kapal. Dalam perjalanan, dewa Dionysus mengunjunginya dalam mimpi dan mengatakan bahwa Theseus tidak boleh menikahi Ariadne karena puteri itu telah dipilihnya menjadi isterinya. Theseus harus meninggalkan Ariadne di pulau Naxos dimana Dionysus akan menjemputnya.

Theseus membawa kapal berlabuh di pulau Naxos. Ia mengajak Ariadne turun ke pulau. Setelah beberapa saat Ariadne tertidur. Theseus meninggalkannya sendiri di sana.
Theseus begitu sedih karena berpisah dengan Ariadne sehingga ia lupa menurunkan layar hitam kapalnya dan menggantinya dengan layar putih. Raja Aegeus yang sedang menunggu kedatangannya kembali melihat kapal berlayar hitam itu dan mengira puteranya sudah meninggal. Ia pun terjun ke dalam laut. Laut itu hingga sekarang disebut laut Aegean.

Theseus menjadi raja. Ia memerintah dengan bijaksana dan suka menolong rakyatnya. 

Daedalus dan Icarus

Daedalus hidup di jaman Yunani kuno, pada masa pemerintahan Raja Minos. Ia sangat cerdas dan banyak menciptakan barang. Ia adalah penemu yang terkemuka pada jaman itu.

Pada suatu hari, Raja Minos memerintahkan Daedalus untuk membangun sebuah Labirin untuk mengurung anak tirinya, Minotaur.  Labirin adalah semacam gua dengan jalan sempit berkelok-kelok dan memiliki banyak belokan yang membingungkan. Orang yang masuk ke dalamnya akan tersesat dan tidak dapat menemukan jalan keluar.

Setelah Daedalus selesai membangun Labirin, Raja Minos tidak ingin ia membocorkan rahasia Labirin kepada orang lain, maka ia memenjarakan Daedalus bersama puteranya yang masih muda, Icarus di sebuah pulau terpencil.

Tentu saja mereka tidak ingin selamanya hidup terpenjara. Setiap saat mereka memikirkan bagaimana caranya melarikan diri. Daedalus melihat burung-burung beterbangan. Ia berpikir. �Bagaimana burung dapat terbang? Alangkah bebasnya mereka.�

Ia terus memperhatikan bagaimana burung mengepak-ngepakkan sayapnya dan mengangkat tubuhnya ke udara.

Akhirnya ia memutuskan untuk membuat sepasang sayap untuk Icarus dan sepasang lagi untuk dirinya sendiri. Mereka  mengumpulkan bulu-bulu burung dan membentuknya menjadi sayap yang besar.  Mereka menggunakan lilin untuk merekatkan bulu-bulu burung itu. Mereka mengikat sayap itu pada bahu dan lengan mereka.

Mereka mencoba sayap-sayap itu dan ternyata berhasil! Mereka terbang!

Daedalus memperingatkan Icarus, �Anakku, ingatlah, kau tak boleh terbang terlalu dekat ke laut, karena aku khawatir kau akan jatuh ke air dan tenggelam.�

�Dan,� Daedalus melanjutkan, �Kau juga jangan terbang terlalu tinggi. Bila kau terlalu dekat pada matahari, lilin pada sayapmu akan leleh dan bulu-bulu ini akan terlepas.�

�Tenang saja, ayah,� kata Icarus, �Aku akan berhati-hati.�

Mereka pun berangkatlah. Mula-mula semuanya berjalan lancar. Mereka terbang di atas laut yang luas. Lama kelamaan Icarus bosan karena terbang lurus saja. Ia mulai bermain-main dan terbang naik turun. Ayahnya terus memperingatkan agar ia berhati-hati.

Namun Icarus sedang bersenang-senang dan tak ingin berhenti. Ia terbang makin tinggi, dan tinggi. Tiba-tiba ia menyadari bahwa ia agak sulit terbang. Ternyata, benar, lilin pada sayapnya leleh dan beberapa bulu telah terlepas. Ia terbang merendah, namun terlambat, bulu sayapnya makin banyak yang lepas dan tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya. Icarus jatuh ke laut dan tenggelam.

Daedalus sangat cemas melihat anaknya jatuh ke laut. Ia mencari-cari Icarus dan hanya menemukan mayatnya. Akhirnya Daedalus dengan sedih membawa tubuh Icarus ke darat dan memakamkannya.

Daedalus dan Icarus

Posted by rike No comments

Daedalus hidup di jaman Yunani kuno, pada masa pemerintahan Raja Minos. Ia sangat cerdas dan banyak menciptakan barang. Ia adalah penemu yang terkemuka pada jaman itu.

Pada suatu hari, Raja Minos memerintahkan Daedalus untuk membangun sebuah Labirin untuk mengurung anak tirinya, Minotaur.  Labirin adalah semacam gua dengan jalan sempit berkelok-kelok dan memiliki banyak belokan yang membingungkan. Orang yang masuk ke dalamnya akan tersesat dan tidak dapat menemukan jalan keluar.

Setelah Daedalus selesai membangun Labirin, Raja Minos tidak ingin ia membocorkan rahasia Labirin kepada orang lain, maka ia memenjarakan Daedalus bersama puteranya yang masih muda, Icarus di sebuah pulau terpencil.

Tentu saja mereka tidak ingin selamanya hidup terpenjara. Setiap saat mereka memikirkan bagaimana caranya melarikan diri. Daedalus melihat burung-burung beterbangan. Ia berpikir. �Bagaimana burung dapat terbang? Alangkah bebasnya mereka.�

Ia terus memperhatikan bagaimana burung mengepak-ngepakkan sayapnya dan mengangkat tubuhnya ke udara.

Akhirnya ia memutuskan untuk membuat sepasang sayap untuk Icarus dan sepasang lagi untuk dirinya sendiri. Mereka  mengumpulkan bulu-bulu burung dan membentuknya menjadi sayap yang besar.  Mereka menggunakan lilin untuk merekatkan bulu-bulu burung itu. Mereka mengikat sayap itu pada bahu dan lengan mereka.

Mereka mencoba sayap-sayap itu dan ternyata berhasil! Mereka terbang!

Daedalus memperingatkan Icarus, �Anakku, ingatlah, kau tak boleh terbang terlalu dekat ke laut, karena aku khawatir kau akan jatuh ke air dan tenggelam.�

�Dan,� Daedalus melanjutkan, �Kau juga jangan terbang terlalu tinggi. Bila kau terlalu dekat pada matahari, lilin pada sayapmu akan leleh dan bulu-bulu ini akan terlepas.�

�Tenang saja, ayah,� kata Icarus, �Aku akan berhati-hati.�

Mereka pun berangkatlah. Mula-mula semuanya berjalan lancar. Mereka terbang di atas laut yang luas. Lama kelamaan Icarus bosan karena terbang lurus saja. Ia mulai bermain-main dan terbang naik turun. Ayahnya terus memperingatkan agar ia berhati-hati.

Namun Icarus sedang bersenang-senang dan tak ingin berhenti. Ia terbang makin tinggi, dan tinggi. Tiba-tiba ia menyadari bahwa ia agak sulit terbang. Ternyata, benar, lilin pada sayapnya leleh dan beberapa bulu telah terlepas. Ia terbang merendah, namun terlambat, bulu sayapnya makin banyak yang lepas dan tidak dapat lagi menopang berat tubuhnya. Icarus jatuh ke laut dan tenggelam.

Daedalus sangat cemas melihat anaknya jatuh ke laut. Ia mencari-cari Icarus dan hanya menemukan mayatnya. Akhirnya Daedalus dengan sedih membawa tubuh Icarus ke darat dan memakamkannya.

Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
back to top